Part 1
“
kriingg .. kriing ..” Alaram ku mulai berdendang , dan itu menunjukkan sudah
pukul 5 pagi , yaa waktuku untuk bangun dan segera memulai rutinitasku .
Sekolah .
Ku
beranjak dari tempat tidurku , kutarik handuk yang tergantung di dinding ..
lalu aku segera mandi.
“Em
.. semuaa sudah rapi , bagus , dann sempurnaaaaa ..” pujiku sendiri melihat
penampilanku . Maklum .. aku termasuk
orang yang OVER PD !
Setelah
aku puas memandangi diriku sendiri di cermin lalu aku turun untuk sarapan
bareng kak Rey , Bunda , dann mba Imah .
“Bunda
,, Kakak ,, Mba Imah ,, ? where are you ?” ….
“Bunda
,, ? Kakak ? .. Mba Imahh ?” .. “Bundaa
?” ku cari bunda dari berbagai sudut , mulai dari dapur , kamar mandi , taman
belakang , kamar kakak Rey , kakak mba Imah ,dan kamar bunda tetapi tak
kutemukan . Lalu aku berjalan menuju ruang makan dan disiti kutemuka scarik kertas
di atas tudung saji, dan ku baca perlahan – lahan ..
|
Dear : Alnesa
Selamat
pagi Nesa sayang .. hayo dah solat subuh belum ?? J
,
mungkin kamu tadi nyari bunda , kakak Rey , atau mba imah , tap kamu nggk
ketemu .
Maaf
ya sayang , Bunda nggak pamit dulu sama kamu tadi bunda berangkat ke
bandung kamu masih tidur . Bunda nggak tega kalau sampe bngunin mimpi kamu
. hhehe …
Oyaa
, kakak Rey nganterin bunda ke bandung jadi kakak sama bunda di bandung
selama 2 hari . jadi maaf ya kalau kamu di rumah sendirian , soalnya mba
imah pulang kampung karena anaknya harus operasi , katanya 2 minggu lagi
baru balik ke Jakarta .
Jaga diri kamu baik – baik ya
Nesa ,
bunda sayang kamu ..
Glaudia
Safira
|
“aaaaaa
.. Bundaaa , Nesa di rumah sendiri ?”
grutu ku
Kulirik
jam tangan ku , Ohhh No… jam menunjukkan
pukul 06.30 kemungkinan 60% aku telat .
Terbesit
ide di otak ku . “ooiya , aku tahu”.. ku raih hp ku , ku ketik beberapa nomor
dan beberapa kata . Tak lama kemudian terdengar suara motor yang menggelegar
dari luar rumah . Ku raih tas ku dan segera berjalan ke luar rumah .
“Ayo
cepet keburu telat …” teriak cewe itu
Yaa
hari ini adalah hari pertama kalinya aku menebeng dengan Arlitha . Arlitha
adalah teman sebangku ku , dia adalah gadis yang mempunyai lesung pipi , dia
gadis di kelasku yang termanis , tercantik terbaik ,ter .. ter .. ter .. ter
apa lagi yaa ? , oo TERBAWEL !!
Sampai di kelas tak lupa ku ucapakan
terimakasih dan maaf pada Arlitha , dan
untung saja hari ini Pak Widodo guru matematika , tak hadir untuk mengajar
kelas 2IPA hari ini dan itu tanadanya aku mempunyai waktu untuk bercerita
tentang .. tentang .. tentang semuaa dengan litha . Huhuhu I’AM SO HAPPY GOD J
“Litha
, makasih ya dan maaf aku udah merepotkan mu”
“Duh
, neng Alnesa safrida mahardika , nggak papa kok” jawabnya dengan memandang ku
“Mmm
makasih ya , princes Litha” ucap ku sambil menyeringai
“iya
,, iya ,, oya Nes ? kalo boleh aku mau tanya”
Aku
mengangkatkan alis mata kanan , dan itu tandanya jawabanya “apa”
“Mmm
.. emng kak Rey kemana kok nggk nganterin kamu , ?” tanyanya
“nggk
, Kakak Rey lagi nganterin bunda ke banadung . kenapa Lit ?” tanya ku penasaran
“ngg
.. nggak , yaa padahal aku …. Ehhhh tidak – tidak” ucapnya dengan menutup
mulutnya dengan tangannya .
“cieeee
,, Litha … hahhhah , padahal apa tu ?” ledekku pada Litha karena ku lihat litha
sedang salah tingkah .
“nggak
ya , nesa ..!!” jawabnya , kini kulihat wajah nesa berubah menjadi merah padam
“aa ,
iya nggk papa kok ! so , aku pnya kakak ipar sekarang .. hhahahahah” ledekku
“
ihhh , nggak ya Nesa, kamu jangan ngawur ! .. kakak Rey kan umurnya 19 tahun
sedangkan aku sendiri baru umur 17 tahun … huhhhh Nesa”
ihh nggak papa kok , mm aku kasih contoh , ..
Mm siapa yha ? … oooo aku tahu Yuni sarah sama Rafi ahmad tuu , umurnya aja
selisihnya jauhhhhhhh banget ! sampe – sampe buat lagu yang judul 50 tahun lagi
…” ucapku
“ihh
,ujung – ujungnya mereka bubar kan .. hhhe”
“
haaa ???? .. mosok “ tanya ku dengan nada agak keras. Kulihat teman – temanku
semuanya langsung menatapku, aduhh aku
jadi malu… tapi rasa malu itu ku anggap cuek , supaya aku tak terlihat
begitu malu .
“kamu
kok kaget ? bukannya tu kabar udah kaduluawarsa ya ?” tanya litha balik
“aku nggak
kaget kok ,” jawabku dengan mengeluarkan novel dari tasku.
Bersambung.....