Senin, 26 Januari 2015

Cerpen Diary Bunda

Part 1


“ kriingg .. kriing ..” Alaram ku mulai berdendang , dan itu menunjukkan sudah pukul 5 pagi , yaa waktuku untuk bangun dan segera memulai rutinitasku . Sekolah .
Ku beranjak dari tempat tidurku , kutarik handuk yang tergantung di dinding .. lalu aku segera mandi.
“Em .. semuaa sudah rapi , bagus , dann sempurnaaaaa ..” pujiku sendiri melihat penampilanku . Maklum  .. aku termasuk orang yang OVER PD !
Setelah aku puas memandangi diriku sendiri di cermin lalu aku turun untuk sarapan bareng kak Rey , Bunda , dann mba Imah .
“Bunda ,, Kakak ,, Mba Imah ,, ? where are you ?” ….
“Bunda ,, ? Kakak ? .. Mba Imahh ?”    .. “Bundaa ?” ku cari bunda dari berbagai sudut , mulai dari dapur , kamar mandi , taman belakang , kamar kakak Rey , kakak mba Imah ,dan kamar bunda tetapi tak kutemukan . Lalu aku berjalan menuju ruang makan dan disiti kutemuka scarik kertas di atas tudung saji, dan ku baca perlahan – lahan ..

            Dear :  Alnesa
Selamat pagi Nesa sayang .. hayo dah solat subuh belum ?? J
, mungkin kamu tadi nyari bunda , kakak Rey , atau mba imah , tap kamu nggk ketemu  .
Maaf ya sayang , Bunda nggak pamit dulu sama kamu tadi bunda berangkat ke bandung kamu masih tidur . Bunda nggak tega kalau sampe bngunin mimpi kamu . hhehe …
Oyaa , kakak Rey nganterin bunda ke bandung jadi kakak sama bunda di bandung selama 2 hari . jadi maaf ya kalau kamu di rumah sendirian , soalnya mba imah pulang kampung karena anaknya harus operasi , katanya 2 minggu lagi baru balik ke Jakarta .

            Jaga diri kamu baik – baik ya Nesa ,
 bunda sayang kamu ..
                                                Glaudia Safira

“aaaaaa ..  Bundaaa , Nesa di rumah sendiri ?” grutu ku
Kulirik jam tangan ku , Ohhh No…  jam menunjukkan pukul 06.30 kemungkinan 60% aku telat .
Terbesit ide di otak ku . “ooiya , aku tahu”.. ku raih hp ku , ku ketik beberapa nomor dan beberapa kata . Tak lama kemudian terdengar suara motor yang menggelegar dari luar rumah . Ku raih tas ku dan segera berjalan ke luar rumah .
“Ayo cepet keburu telat …” teriak cewe itu
Yaa hari ini adalah hari pertama kalinya aku menebeng dengan Arlitha . Arlitha adalah teman sebangku ku , dia adalah gadis yang mempunyai lesung pipi , dia gadis di kelasku yang termanis , tercantik terbaik ,ter .. ter .. ter .. ter apa lagi yaa ?  , oo TERBAWEL !!
            Sampai di kelas tak lupa ku ucapakan terimakasih dan maaf pada Arlitha  , dan untung saja hari ini Pak Widodo guru matematika , tak hadir untuk mengajar kelas 2IPA hari ini dan itu tanadanya aku mempunyai waktu untuk bercerita tentang .. tentang .. tentang semuaa dengan litha . Huhuhu I’AM SO HAPPY GOD J
“Litha , makasih ya dan maaf aku udah merepotkan mu”
“Duh , neng Alnesa safrida mahardika , nggak papa kok” jawabnya dengan memandang ku
“Mmm makasih ya , princes Litha” ucap ku sambil menyeringai
“iya ,, iya ,, oya Nes ? kalo boleh aku mau tanya”
Aku mengangkatkan alis mata kanan , dan itu tandanya jawabanya “apa”
“Mmm .. emng kak Rey kemana kok nggk nganterin kamu , ?”  tanyanya
“nggk , Kakak Rey lagi nganterin bunda ke banadung . kenapa Lit ?” tanya ku penasaran
“ngg .. nggak , yaa padahal aku …. Ehhhh tidak – tidak” ucapnya dengan menutup mulutnya dengan tangannya .
“cieeee ,, Litha … hahhhah , padahal apa tu ?” ledekku pada Litha karena ku lihat litha sedang salah tingkah .
“nggak ya , nesa ..!!” jawabnya , kini kulihat wajah nesa berubah menjadi merah padam
“aa , iya nggk papa kok ! so , aku pnya kakak ipar sekarang .. hhahahahah” ledekku
“ ihhh , nggak ya Nesa, kamu jangan ngawur ! .. kakak Rey kan umurnya 19 tahun sedangkan aku sendiri baru umur 17 tahun … huhhhh Nesa”
 ihh nggak papa kok , mm aku kasih contoh , .. Mm siapa yha ? … oooo aku tahu Yuni sarah sama Rafi ahmad tuu , umurnya aja selisihnya jauhhhhhhh banget ! sampe – sampe buat lagu yang judul 50 tahun lagi …” ucapku
“ihh ,ujung – ujungnya mereka bubar kan .. hhhe”
“ haaa ???? .. mosok “ tanya ku dengan nada agak keras. Kulihat teman – temanku semuanya langsung menatapku, aduhh aku jadi malu… tapi rasa malu itu ku anggap cuek , supaya aku tak terlihat begitu malu .
“kamu kok kaget ? bukannya tu kabar udah kaduluawarsa ya ?” tanya litha balik
“aku nggak kaget kok ,” jawabku dengan mengeluarkan novel dari tasku.
Bersambung.....
 

Selasa, 20 Januari 2015

Arti Cinta


Cinta ? , ahh aku bosan mendengar kata itu dikalangan anak remaja zaman sekarang. Yaa, mereka selalu melontarkan kata cinta pada apa yang mereka sukai entah itu benda, alat, dan bahkan lawan jenisnya. Contoh : mereka yang dilanda kasmaran datang dengan alasan cinta, tapi seketika dia pergi tanpa alasan yang jelas, sehingga mereka yang ditinggalkan merasa hancur, sakit dan mereka putus asa sampai - sampai mereka melakukan hal - hal konyol, bunuh diri contohnya, ahh tindakan yang konyol. Cinta ? bukankah cinta selain kepada-Nya kita tak boleh berlebihan ? pada dasarnya cinta kepada-Nya lah yang paling istimewa, Kita takkan pernah merasakan hancur , kecewa dll, bukankah seperti itu ? 
seharusnya cintailah mereka dengan sewajarnya, karena pada dasarnya yang di dunia tak ada yang abadi .Teapi berilah cinta sepenuhnya kepada-Nya tanpa ada rasa keterpaksaan